2024-11-15Couscous singkong, yang dikenal secara lokal sebagai attieke, adalah makanan pokok di Pantai Gading. Metode industri untuk menyiapkan attieke melibatkan beberapa langkah:
Pertama, akar singkong segar dikupas dan dicuci. Kemudian diparut menjadi pasta halus menggunakan parutan tradisional atau mesin pemarut mekanis. Singkong yang sudah diparut kemudian dimasukkan ke dalam wadah besar lalu dicampur dengan air hingga menjadi tumbuk.
Selanjutnya, tumbukan tersebut dibungkus dengan kain dan dimasukkan ke dalam mesin press untuk memeras cairannya, yang merupakan proses yang dikenal sebagai fermentasi. Langkah ini sangat penting karena menghilangkan glukosida sianogenik beracun yang ada dalam singkong, sehingga aman untuk dikonsumsi. Proses fermentasi biasanya berlangsung selama dua hingga tiga hari, di mana tumbukan dibalik secara teratur untuk memastikan fermentasi merata.
Mesin Couscous (attieke).
Setelah difermentasi, singkong ditaburkan di atas tikar atau nampan untuk dijemur. Proses pengeringan ini bisa memakan waktu beberapa jam, tergantung kondisi cuaca. Setelah cukup kering, singkong digiling menjadi bubuk halus menggunakan gilingan.
Terakhir, bubuk tersebut dikukus dalam kukusan couscous (attieke) khusus, yaitu wadah berbentuk silinder besar dengan dasar berbentuk kerucut. Proses mengukus sangat penting untuk memberikan tekstur dan rasa yang unik pada couscous(attieke). Setelah dikukus, couscous (attieke) siap dikonsumsi atau dikemas untuk dijual.
Perusahaan Jinrui memiliki berbagai macam mesin pengolah singkong yang dapat digunakan membuat couscous (attieke) di Pantai Gading. Jika Anda membutuhkannya, selamat datang untuk menghubungi kami.
Ingin tahu lebih banyak tentang produk atau layanan kami? Isi formulir kontak di bawah ini, dan kami akan menghubungi Anda kembali kamu dan kamu akan mendapatkan daftar harga. Silakan juga menghubungi kami melalui email atau telepon.( * Menunjukkan wajib bidang).